Showing posts with label Pengatauhan Umum. Show all posts
Showing posts with label Pengatauhan Umum. Show all posts

Thursday, September 20, 2012

Pengetahuan dasar lantas



PENGENALAN  PATROLI

Patroli berasal dari Bahasa Inggris " PAT ROL" yang berarti : pergi mengelilingi (Kamp, Kota, jalan-jalan, dsb) untuk melihat mengawas, baik dengan berhati-hati/tersembunyi/penyamaran maupun secara terbuka/memperlihatkan kehadiran. Patroli juga dapat diartikan sebagai Perondaan, perjalanan berkeliling untuk menjaga keamanan.

DALAM PENYUSUNAN..... 
Pengetahuan Dasar Lantas
 
Pengetahuan Dasar Lalu Lintas

A. Gerakan memberikan isyarat pengatur lalu lintas bertujuan : 
  • Mengarahkan agar lalu lintas berjalan dengan aman, tertib, lancar dan selamat.
  • Mengatasi kepadatan arus lalu lintas
  • Mengurangi terjadinya kecelakan lalu lintas
  • Mencegah kerusakan - keerusakan jalan / infrastruktur
  • Melindungi harta benda / jiwa orang lain di jalan
  • Mengurangi pelanggaran di jalan

B. Pengetahuan rambu - rambu / marka jalan. 
  • Rambu - rambu yang menunjukan peringatan suatu bahaya
    ( dasar kuning petunjuk hitam )
  • Rambu - rambu yang menunjukan larangan dan awas perintah
    ( dasar putih petunjuk merah )
  • Rambu - rambu yang memberikan petunjuk
    ( dasar biru petunjuk putih )
  • Rambu petunjuk arah / awas ( rambu tambahan )

C. Pengetahuan dasar pengaturan lalu lintas 
  • Berhenti untuk semua jurusan
  • Berhenti untuk satu arah tertentu ( satu jurusan tertentu )
  • Berhenti dari arah depan Petugas
  • Berhenti dari arah belakang Petugas
  • Berhenti dari arah depan dan belakang Petugas
  • Jalan dari arah kanan Petugas
  • Jalan dari arah kiri Petugas
  • Jalan dari arah kanan dan kiri Petugas
  • Percepat dari arah kanan Petugas
  • Percepat dari arah kiri Petugas
  • Perlambat dari arah depan Petugas
  • Perlambat dari arah belakang Petugas

D. Pengetahuan penggunaan tanda bunyi pluit 
  • Tanda peringatan berhenti / perhatian
  • Tanda berkumpul
  • Tanda bahaya
  • Tanda berhenti
  • Tanda maju
  • Tanda menunggu
    Gerakan Pengaturan Lalu Lintas

    12 Gerakan pengaturan lalu lintas, pelaksanaan dan penjelasan :

       Hentikan_semua_arah.jpg Stop_semua_arah.png  
    1.  Menghentikan arus kendaraan dari semua arah.
    Petugas menangkat tangan tegak lurus disertai satu kali tiupan peluit panjang (priiitt!!...), maka semua kendaraan harus berhenti.

    Hentikan_arah_tertentu.jpg Stop_arah_tertentu.png
    2.  Menghentikan arus kendaraan dari arah tertentu.
    Petugas mengangkat telapak tangan kearah yang dituju disertai satu kali tiupan peluit panjang (priiitt!!...), maka kendaraan yang menghadap/melihat telapak tangan petugas harus berhenti.

    Hentikan_arah_depan.jpg Stop_depan.png
    3.  Menghentikan arus kendaraan dari arah depan.
    Petugas merentangkan tangan kanan disertai satu kali tiupan peluit panjang (priiitt!!...), maka kendaraan dari arah depan petugas harus berhenti.

    Hentikan_arah_belakang.jpg Stop_belakang.png
    4.  Menghentikan arus kendaraan dari arah belakang.
    Petugas merentangkan tangan kiri disertai satu kali tiupan peluit panjang (priiitt!!...), maka kendaraan dari arah belakang petugas harus berhenti.

    Hentikan_depan_belakang.jpg Stop_depan_belakang.png
    5.  Menghentikan arus kendaraan dari arah depan dan belakang.
    Petugas merentangkan tangan kanan dan kiri disertai satu kali tiupan peluit panjang (priiitt!!...), maka kendaraan dari arah depan dan belakang petugas harus berhenti.

    Jalankan_arah_kanan.jpg Jalan_kanan.png
    6.  Menjalankan arus kendaraan dari arah kanan.
    Petugas merentangkan tangannya kanannya kemudian menarik/menekuk sikunya kearah dada disertai tiupan peluit pendek dua kali (prit! prit!..prit! prit!..dst), maka kendaraan dari arah kanan petugas dipersilahkan jalan.

    Jalankan_arah_kiri.jpg Jalan_kiri.png
    7.  Menjalankan arus kendaraan dari arah kiri.
    Petugas merentangkan tangannya kirinya kemudian menarik/menekuk sikunya kearah dada disertai tiupan peluit pendek dua kali (prit! prit!..prit! prit!..dst), maka kendaraan dari arah kiri petugas dipersilahkan jalan.

    Jalankan_arah_kanan_dan_kiri.jpg Jalan_kanan_kiri.png
    8.  Menjalankan arus kendaraan dari arah kanan dan kiri.
    Petugas merentangkan kedua tangannya kemudian menarik/menekuk sikunya kearah dada disertai tiupan peluit pendek dua kali (prit! prit!..prit! prit!..dst), maka kendaraan dari arah kanan dan kiri petugas dipersilahkan jalan.

    Percepat_arah_kanan.jpg Percepat_kanan.png
    9.  Mempercepat arus kendaraan dari arah kanan.
    Petugas mengayunkan tangan kanannya dari 45 derajat ke arah depan dada secara berulang-ulang disertai tiupan peluit pendek tiga kali (prit! prit! prit!..prit! prit! prit!..dst), maka kendaraan dari arah kanan petugas harus menambah kecepatan laju kendaraannya.

    Percepat_arah_kiri.jpg Percepat_kiri.png
    10.  Mempercepat arus kendaraan dari arah kiri.
    Petugas mengayunkan tangan kirinya dari 45 derajat ke arah depan dada secara berulang-ulang disertai tiupan peluit pendek tiga kali (prit! prit! prit!..prit! prit! prit!..dst), maka kendaraan dari arah kiri petugas harus menambah kecepatan laju kendaraannya.

    Perlambat_arah_depan.jpg Perlambat_depan.png
    11.  Memperlambat arus kendaraan dari arah depan.
    Petugas mengayunkan tangan kanannya dari 90 derajat ke 45 derajat secara berulang-ulang disertai tiupan peluit pendek tiga kali (prit! prit! prit!..prit! prit! prit!..dst), maka kendaraan dari arah depan petugas harus mengurangi kecepatan laju kendaraannya.

    Perlambat_arah_belakang.jpg Perlambat_belakang.png
    12.  Memperlambat arus kendaraan dari arah belakang.
    Petugas mengayunkan tangan kirinya dari 90 derajat ke 45 derajat secara berulang-ulang disertai tiupan peluit pendek tiga kali (prit! prit! prit!..prit! prit! prit!..dst), maka kendaraan dari arah belakang petugas harus mengurangi kecepatan laju kendaraannya.

    TAMBAHAN
    Nyalakan_lampu_siang_hari.jpg  nyalakan_lampu.jpg
    * Menyalakan lampu disiang hari bagi pengendara sepeda motor.
    Petugas mengepal dan membuka telapak tangan berulang-ulang tanpa disetai tiupan peluit.
    Terhitung sejak tahun 2010, berdasarkan Undang Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan No 22 Tahun 2009 : Pengendara sepeda motor DIWAJIBKAN menyalakan lampu disiang hari. Pelanggaran terhadap ketentuan ini diancam Pidana Kurungan 1 bulan atau denda Rp.100.000,-

Profil Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka



Prof. DR. Dr. Azrul Azwar, MPH, PKK, FFM (Hon)


Sebelum menjabat sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka masa bakti 2003-2008, Kak Azrul Azwar yang lahir di Kotacane (Aceh Tengara), 6 Juni 1945 terlebih dulu menjabat sebagai Pemimpin Satuan Karya (Pinsaka) Bakti Husada Tingkat Nasional (1998-2003). Sempat pula mejadi Andalan Nasional sejak tahun 1998. Meski dirinya memiliki latar belakang pendidikan kedokteran, namun dunia kepramukaan bukan dunia baru bagi beliau. Sebab dalam menjalani profesinya sebagai dokter, Kak Azrul pun kerap berinteraksidengan masyarakat luas.



Setelah mendapat gelar dokter dari Universitas Indonesia pada tahun 1972 dan memperdalam ilmu kedokteran spesialis di universitas yang sama, Kak Azrul terbang ke Honolulu, Hawaii guna menuntut ilmu dan melengkapi gelar MPH di School of Public Health University of Hawaii pada tahun 1977. Tak selesai sampai di situ saja, sebab pada tahun 1991-1996 Kak Azrul menimba ilmu kembali dan memperoleh gelar Doc�tor dalam ilmu kedokteran dengan hasil Judisium Cumlaude.
Selain menekuni dunia kedeokteran dan menyukai kegiatan kepramukaan, ternyata Kak Azrul hobi juga menulis, pengalaman sebagai Pemimpin Redaksi beberapa kali dijalaninya, seperti pada Majalah Kesehatan Masyarakat Indonesia-Jakarta, jabatan tersebut sudah ditekuninya sejak tahun 1984 hingga sekarang.
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ini, tercatat aktif sebagai pengurus dilima belas organisasi, selain dalam Gerakan Pramuka dan IDI, Kak Azrul merupakan konsultan World Health Association (WHO) dan Council Member pada Medical Association of ASEAN.
Personal Identity
N a m e                             : Prof. DR. Dr. Azrul Azwar, MPH, PKK, FFM (Hon)
Place & Date of Birth         : Kotacane (South East of Aceh), June 6, 1945
Resident Address              : Jl. Masjid Annur No. 12 RT.0012 RW.01
                                           Kebayoran Lama, Kel. Grogol Selatan, JAKARTA 12220
Religion                             : I s l a m (Moslem)
Spouce                              : Dr. Rihna Azrul Azwar, SKM
Children                           : Aidil Nusantara SE + Nova Kurniasari, SH
                                          Ilham Samudera MS + Tissie MS
                                          Imam Dirgantara, dr + Andrie, dr
Grand children                  : Mutia Aidil
                                          Hanna Aidil
                                          Selma Ilham

Lambang Negara









Lambang Negara Republik Indonesia adalah Burung Garuda Pancasila . Orang yang disebut-sebut sebagai pencipta lambang Negara Republik Indonesia ini adalah Mr.Muh Yamin . Burung Garuda diambil dari cerita – cerita yang terdapat pada relief candi-candi kerajaan jaman dahulu , yang menceritakan seekor burung yang gagah perkasa . Burung Garuda-pun dianggap sebagai lambang tenaga pembangunan yang kuat .
Burung Garuda Pancasila mempunyai bulu-bulu :
  1. Berjumlah 17 helai pada sayap-sayapnya (melambangkan tanggal 17)
  2. Berjumlah 8 helai pada ekornya (melambangkan bulan 8)
  3. Berjumlah 19 helai dibawah leher dan pada lehernya 45 helai (melambangkan tahun 1945)
Kepala Burung garuda menoleh kesebelah kanan yang bermakna Bangsa Indonesia senantiasa bergerak maju kerah pembangunan . Pada dadanya tergantung perisai yang berbentuk jantung , melambangan keberanian dan kekuatan Bangsa indonesia.
Perisai dengan gambar dari kiasan Pancasila adalah :
  1. Gambar Bintang                  ( melambangkan sila ke 1 )
  2. Gambar Rantai Baja            ( melambangkan sila ke 2 )
  3. Gambar Beringin                 ( melambangkan sila ke 3 )
  4. Gambar Kepala Banteng     ( melambangkan sila ke 4 )
  5. Gambar Padi dan Kapas     ( melambangkan sila ke 5 )
  6. Garis melintang pada perisai yang digambar tebal melambangkan bahwa Indonesia dilalui oleh garis khatulistiwa
  7. Kaki Burung Garuda Pancasila mencengkeram sebuah pita yang melengkung ke atas . Pada pita itu terdapat tulisan BHINEKA TUNGGAL IKA yang artinya adalah kita Bangsa Indonesia terdiri atas bermacam-macam suku bangsa , kesenian , bahasa , adat istiadat dan Agama , tetapi kita merupakan satu Bangsa , dengan satu kebudayaan nasional , dengan satu bahasa nasional . Jadi makna intinya adalah berbeda-beda tapi tetap satu .

Bendera Negara Indonesia


Sejarah Bendera Merah Putih
Penggunaan Bendera Merah Putih sudah terilhami oleh sejarah nenek moyang bangsa kita . Pada jaman kerajaan Majapahit , sudah ada yang namanya bendera berwarna Merah Putih , kemudian ada pasukan yang bernama Gula Kelapa yaitu pasukan yang menggunakan pakaian berwarna Merah putih .
Pada masa pergerakan , warna merah dan putih ini sering dipakai sarana perjuangan dengan cara pemasangan hiasan / dekorasi di ruangan-ruangan pertemuan (seperti  pada acara kongres pemuda II) . Banyak organisasi-organisasi kepemudaan / pergerakan yang menggunakan warna merah dan putih , misalnya PNI .


Serba – Serbi Bendera Merah Putih
  1. Bendera Negara Republik Indonesia adalah sang merah putih berdasarkan pasal 35 UUD 1945
  2. Bendera merah putih juga disebut Sang Saka Merah Putih
  3. Ukuran Panjang dan lebar bendera Merah Putih berbanding 3 dan 2
  4. Orang pertama yang membuat bendera merah putih adalah Ibu Fatmawati, Setahun sebelum Proklamasi tepatnya Oktober 1944
  5. Dikibarkan pertama kali oleh latief Hendraningrat dihalaman gedung yang dipergunakan untuk mengumandangkan teks Proklamasi yaitu di JL Pegangsaan Timur no 56 Jakarta
  6. Bendera merah putih yang dikibarkan Proklamsi terbuat dari bahan sutera alami dengan tenunan tanpa jahitan sambungan
  7. Sejak tahun 1969 setiap upacara 17 Agustus yang dikibarkan adalah duplikat sang Merah Putih
  8. Bendera pusaka yang asli dahulu disimpan di Monumen Nasional , Sejak tahun 1993 di Istana Merdeka .
  9. Tinggi tiang bendera didepan Istana Merdeka adalah 17 Meter
  10. Bendera merah putih disyahkan oleh permusyawaratan antar Indonesia di Yogyakarta pada tanggal 19 Juli 1949
  11. Penggunaan bendera Merah Putih ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor : 40 Tahun 1958
  12. Lagu BERKIBARLAH BENDERAKU dan MERAH PUTIH adalah ciptaan IBU SUD
  13. Paskibraka adalah singkatan dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka

Kiasan Warna  Bendera Merah Putih
Merah berarti berani dan putih berarti suci atau bersih , jadi arti kiasan warna bendera merah putih adalah Bangsa Indonesia sebagai Bangsa yang berani karena dilandaskan kebenaran . Tidak memaksakan kehendak pada negara lain , menjaga ketertiban dan persaudaraan dunia .

Cara Penggunaan Bendera Merah Putih
  1. Dikibarkan dari pagi hari sampai petang ( dari matahari terbit hingga terbenam )
  2. Untuk mencegah dari kerusakan / kotor , Bendera Merah Putih dapat diturunkan jika turun hujan lebat
  3. Bendera Merah Putih dikibarkan selalu lebih tinggi dibandingkan bendera – bendera organisasi lainnya ( Bendera Pramuka , Bendera Kepanduan , Bendera Osis , dsb )
  4. Bendera Merah Putih dikibarkan sejajar jika dikibarkan dengan Bendera Negara lain
  5. Bendera Merah Putih dikibarkan selalu paling kanan . Jika dibuat untuk hiasan atau lain-lainnya , warna merah ditetapkan disebelah kanan warna putih .
  6. Bendera merah putih tidak boleh kotor , digambari , dicorat – coret
  7. Bendera Merah Putih tidak boleh menyentuh tanah
  8. Bendera Merah Putih selalu disimpan ditempat yang baik dan bersih
  9. Pengibaran Bendera Merah Putih yaitu pada hari-hari besar Nasional
  10. Cara mengibarkan merah putih setengah tiang dalam upacara adalah dinaikan dahulu sampai kepuncak tiang  kemudian diturunkan lagi sampai setengah tiang
  11. Cara melipat bendera merah putih adalah warna merah dibagian luar dan putih didalam
  12. Bendera Merah Putih jika dipergunakaan sebagai penutup peti jenazah . Maka warna merah diletakkan disebelah kanan jenazah .

KEPEMIMPINAN DALAM PRAMUKA

Pemimpin merupakan factor penentu dalam menentukan hasil usaha yang dilakukan oleh suatu organisasi sehingga pada prinsipnya pemeimpinlah yang mempunyai kesempatan paling besar untuk “ merubah jerami menjadi emas “ atau “marubah tumpukan uang menjadi abu “ peribahasa tersebut diatas menjelaskan bahwa pemimpin merupakan factor utama / penting yang dapat menentukan maju mundur juga bisa hidup matinya suatu usaha bersama dan kepemimpinan merupakan kunci pembuka suksesnya organisasi/usaha.
TEORI KEPEMIMPINAN
Ada beberapa teori tentang kepemimpinan , dengan menonjolkan dari latar belakang histories (sejarah) , sebab-sebab timbulnya kepemimpinan , persyaratan menjadi pemimpin , sifat-sifat utama , tugas dari seorang pemimpin , dll .
LATAR BELAKANG SEJARAH
Kepemimpinan muncul bersama-sama dengan adanya peradaban manusia. Yaitu sejak nenek moyang manusia berkumpul bersama dan menjadi kerjasama antar manusia . Pada saat itu akan muncullah seorang manusia yang paling tua , paling kuat , paling cerdas , paling bijaksana atau paling berani yang menjadi pemimpin .
Sebab-sebab munculnya seorang pemimpin :
  1. Teori genetis , yang menyatakan pemimpin itu tidak dibuat , tetapi pemimpin itu timbul atau ada dengan sendirinya .
  2. Teori social , pemimpin itu harus disiapkan (meleui pendidikan), setiap orang bisa menjadi pemimpin bila mendapatkan pendidikan yang layak
  3. Teori ekologis (Sintesis ) , pemimpin yang sukses adalah pemimpin yang mempunyai bakat pemimpin dan kemudian dikembangkan melalui usaha pendidikan dan mengembangkan pengalaman
TIPE – TIPE (GAYA) KEPEMIMPINAN
Pemimpin itu mempunyai sifat , kebiasaan , temperamen , watak serta kepribadian sendiri yang unik dan khas sehingga berbeda dengan yang lainnya . Dan beberapa tipe yang baik dan tipe yang buruk . Atau malah ada juga yang merupakan gabungan dari keduannya , seperti contoh-contoh dibawah ini :
  1. Tipe Birokrat Adalah tipe seorang pemimpin yang bermoral rendah , tidak mempunyai loyalitas (rasa pengabdian/memiliki) dan tidak merasa terlibat.
  2. Tipe Birokrat Adalah tipe seorang pemimpin yang patuh , taat , cerdas dank eras dalam menegakkan peraturan .
  3. Tipe Missionaris Adalah tipe seorang yang terbuka , penolong , ramah , dan lembut hati .
  4. Tipe Defeloper ( Pembangunan ) Adalah tipe seorang pemimpin yang kreatif , dinamis , baik dalam pelimpahan wewenang juga percaya kepada para bawahannya .
  5. Tipe Otokrat Adalah tipe seorang pemimpin yang tegas tetapai cenderung kasar , sedikit bersifat ditaktoris , mau menang sendiri , keras kepala , angkuh dan bandel
  6. Tipe Benevolent Autocrat (otokrat yang baik) Adalah tipe seorang pemimpin yang baik , lancer dan tertib dalam melaksanakan peraturan juga ahli dalam mengorganisir .
  7. Tipe Compromiser (Pengkompromi) Adalah tipe seorang pemimpin yang sifatnnya mudah berubah (tidak tetap) pendirian dan lemah dalam mengambil keputusan .
  8. Tipe Eksekutif  Adalah tipe seorang pemimpin yang dapat memberikan motifasi serta menjadi contoh , tekun , pandangan serta wawasannya cukup luas .
  9. Tipe Kharismatik Adalah tipe seorang pemimpin yang mempunyai kelebihan daya tarik dan pembawaan tinggi . Dianggap oleh para pengikut / bawahannya . Bahwa pemimpin tipe ini mempunyai kelebihan , kekuatan yang luar biasa yang dapat membuat orang banyak kagum .
  10. Tipe Paternalistik (Kebapakan) Adalah seorang pemimpin yang mempunyai sifat kebapakan , suka melindungi tetapi jarang memberi kesempatan , banyak fantasi dan tidak mudah percaya pada orang lain .
  11. Tipe Militeristis Adalah tipe seorang pemimpin yang suka memerintah , menghendakai kepatuhan yang mutlak / sepenuhnya dari para bawahannya/anggotanya . Banya unsur formalitas kerja serta disiplin yang kaku.
  12. Tipe Administratif  Adalah tipe seorang pemimpin yang baik dalam menyelenggarakan  administratif seperti ketatausahaan yang rapi , berpikir  efektif dan efesiaen
SYARAT-SYARAT KEPEMIMPINAN
Hal ini dikaitkan dengan tiga hal yang penting , yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin yaitu :
  1. Kekuasaan
  2. Kewibawaan
  3. Kemampuan
Selain itu pula harus diperhatikan penguasaan konsep-konsep , potensi yang memiliki serta motifasi yang dapat ditimbulkan (Kadang-kadang ambisi juga diperlukan) .
Kepemimpinan harus mempunyai unsur kemampuan untuk mempengaruhi orang lain (bawahan/kelompoknya) Untuk melakukan suatu pekerjaan dalam mencapai suatu tujuan tertentu .
TEKNIK KEPEMIMPINAN
Dengan kemampuan dan keterampilantenis secara social , seorang pemimpin dapat menerapkan teori-teori kepemimpinan pada kegiatan sehari-harinya. Beberapa teknik kepemimpinan meliputi beberapa katagori , yaitu :
  1. Etika profesi pemimpin yaitu kewajiban yang dimiliki seorang pemimpin , bagaimana seharusnya tingkah laku seorang pemimpin dan pengembangan moralnya .
  2. Dinamika Kelompok , yaitu terjadinya interaksi (hubungan timbale balik0 antara setiap anggota kelompoknya .
  3. Komunikasi , arus informasi dan emosi yang tepat , penyampingan perasaan , pikiran , dan kehendak kepada individu (kelompok ) lain .
  4. pengambilan keputusan  (Decision making0 adalah suatu hal yang sangat penting bagi seorang pemimpin walaupun sebenarnya cukup sulit .
  5. Keterampilan berdiskusi (melakukan kompromi) diskusi berasal dari bahasa latin (Discusio) yang artinya memecahkan dalam berbagai potongan (bagian)nya , diskusi itu bertujuan itu bertujuan untuk memecahkan masalah untuk mencari jalan keluarnya dengan mengambil kesimpulan .
SIFAT-SIFAT PEMIMPIN
Pemimpin itu harus mempunyai sifat yang baik antara lain :
  1. kuat mental dan fisiknya
  2. bersemangat
  3. ramah tamah dan kasih saying
  4. jujur
  5. mempunyai kemampuan (keterampilan)
  6. tegas dan capat dalam mengambil keputusan
  7. cerdas dan bijaksana
  8. berpengalaman
  9. dapat dipercaya
  10. dapat mengendalikan emosinya (stabil)
  11. bersifat objektif dan adil
  12. bisa memberi perintah
  13. bisa menerima saran atau kritik
  14. memperhatikan kelompoknya
  15. menciptakan disiplin dengan memberi contoh

CARA PERIKSA KERAPIHAN




 

Dalam PBB untuk memeriksa kerapihan dan kelengkapan anggota ada gerakan-gerakan yang disebut sebagai gerakan periksa kerapihan,gerakan ini dilakukan pada saat pasukan dalam keadaan istirahat ditempat.
PERIKSA KERAPIHAN

posisi istirahat ditempat,aba-aba " periksa kerapihan " dari komandan pasukan langsung sikap sempurna sambil menjawab " siap " setiap gerakan dilakukan dua hitungan dengan cara menghitung " satu - satu / dua - dua / dst atau satu - dua / dua - dua / tiga - dua / dst " .

gerakan pertama : dari posisi sikap sempurna,aba-aba " mulai " ,langsung gerakan pertama memeriksa sepatu sebelah kiri sambil menghitung " satu - dua " ,posisi menunduk .

gerakan kedua : memeriksa sepatu sebelah kanan sambil menghitung " dua - dua " ,posisi menunduk .

gerakan ketiga : memeriksa saku celana lutut sebelah kiri sambil menghitung " tiga - dua " ,posisi menunduk .

gerakan keempat : memeriksa saku celana lutut sebelah kanan sambil menghitung " empat - dua ",posisi menunduk .

gerakan kelima : memeriksa kopel bagian depan sambil menghitung " lima - dua " , hitungan pertama posisi masih dalam keadaan menunduk, hitungan kedua badan diangkat posisi tegak .

gerakan keenam : memeriksa kopel bagian belakang sambil menghitung "enam - dua " .

gerakan ketujuh : memeriksa nama dan kancing baju sebelah kiri sambil menghitung " tujuh - dua "posisi tegak tangan kiri dibawah tangan kanan ,tangan kanan hitungan kedua mendorong tangan kiri kearah kiri .

gerakan kedelapan : memeriksa nama dan kancing baju sebelah kanan sambil menghitung " delapan - dua ",posisi tangan kanan dibawah tangan kiri,hitungan kedua tangan kiri mendorong tangan kanan kearah kanan .

gerakan kesembilan : memeriksa kancing diatas pundak sebelah kiri sambil menghitung " sembilan - dua ",posisi tangan kiri dibawah tangan kanan,hitungan kedua tangan kanan mendorong tangan kiri kearah kiri .

gerakan kesepuluh : memeriksa kancing diatas pundak sebelah kanan sambil menghitung " sepuluh - dua ",posisi tangan kanan dibawah tangan kiri,hitungan kedua tangan kiri mendorong tangan kanan kearah kanan .

gerakan kesebelas : memeriksa topi sambil menghitung " sebelas - dua - satu ",hitungan sebelas posisi kedua tangan memegang pingir topi diatas mata ,hitungan dua kedua tangan bergerak kearah depan topi,sampai didepan topi kedua tangan diturunkan kebawah sambil menghitung satu,posisi sikap sempurna .

aba-aba " selesai " posisi kembali kesikap istirahat ditempat , apabila dilakukan secara serempak dan tidak terburu-buru ,gerakan periksa kerapihan ini sangat bagus sekali.